RSS

Badan Sertifikasi Pangan dan Keamanan Pangan (Food Safety)

07 Jun

Perlu gak sih pangan, apalagi yg dalam kemasan di sertifikasi mulai dari hulu ke hilir atau dr bahan baku sampai akan dipasarkan? Jawabannya perlu. Saat ini konsumen semakin cerdas dan jeli dalam memilih makanan apa yang akan mereka konsumsi seiring arus komunikasi dan pengetahuan lewat dunia maya yang semakin mudah diakses. Label yang tertera di kemasan menjadi top informasi antara konsumen dengan produsen..nah, di sini-lah produsen bisa menginformasikan bahwa produk mereka aman (memenuhi kriteria keamanan pangan atau food safety) dengan mencantumkan sertifikasi yang telah dilakukan.
image

Adapun lembaga di Indonesia yang menangani keamanan pangan adalah BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan), sedangkan untuk label halal ditangani oleh MUI.
Masalah keamanan pangan/food safety juga ditetapkan standar secara internasional melalui badan atau institusi diantaranya :
ISO 22000, BRC Global Standard, SQF, FSI

ISO 22000 merupakan sistem managemen keamanan pangan (food safety management system)
dan hasil terobosan dari ISO 9001 (quality management system). ISO 22000 meliputi 4 elemen yaitu :
1. Interactive communication (komunikasi interaktif)
2. System management (suatu sistem managemen)
3. Prerequisite programs (program pendahuluan)
4. HACCP principles (prinsip Hazard Analysis Critical Control Point)

SQF adalah Safe Quality Food, merupakan sistem sertifikasi yang tidak hanya menitikberatkan pada keamanan pangan tapi juga pada kualitas pangan. SQF dikeluarkan oleh Safe Quality Institute (SQI) di Amerika. Kelebihan SQF yaitu perusahaan dapat memilih level (terdiri dari 3 level) untuk registrasi dan perusahaan kecil lebih mudah mencapai sertifikasi. Ada 2 standar dalam SQF yaitu :
1. SQF 1000 code untuk primary producers
2. SQF 2000 code untuk manufacture dan distributor.

Adapun 3 level atau tahap sertifikasi SQF yaitu :
1. Food Safety Fundamentals ; berdasarkan pada GMP / GAP
2. Certified Food Safety Plan ; memenuhi HACCP dan HACCP berdasarkan pada sistem keamanan pangan
3. Comprehensive Food Safety and Quality Management System ; memenuhi HACCP berdasar sistem managemen mutu.

BRC (British Retail Consortium) Global Standard, menggabungkan konsep HACCP dengan sistem managemen mutu. BRC yang terbaru adalah edisi 6. Meliputi 4 hal :
1. Keamanan pangan (food safety)
2. Consumer products
3. Kemasan dan bahan kemasan (packaging and packaging materials)
4. Penyimpanan dan distribusi (storage and distribution)

Gerakan keamanan pangan dunia sudah dimulai sejak tahun 1875 dengan nama Food Safety Act yang berorientasi mengatur masalah penjualan pangan dan obat-obatan. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya terus dilakukan penyempurnaan hingga pada tahun 1984 gerakan dikenal dgn Food Act, yang selanjutnya pada tahun 1990 menjadi Food Safety Act dengan tujuan untuk memenuhi kriteria keamanan pangan, berbahan alami, permintaan kualitas dan label harus menggambarkan produk dengan sebenarnya. Kemudian pada tahun 2011, disempurnakan lg menjadi Food Safety Modernization Act (FSMA) yang melingkupi 5 area keamanan pangan yaitu :
1. Preventive control
2. Inspection and compliance
3. Imported Food Safety
4. Response
5. Enhanced partnership.

Mulai tahun 2010, Indonesia National Single Window (INSW) bersama sesama negara ASEAN mengadakan kerjasama utk memeriksa pangan impor-ekspor ditempat agar pangan yang masuk terhindar dari bahan berbahaya.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2013 in Pangan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: