RSS

Xanthone Si Super Antioksidan Kulit Manggis

23 Mar

Buah manggis yang manis-asam segar sudah biasa dimakan selayaknya buah-buahan yang lain, namun belum banyak yang tahu kalau buah ini mengandung zat antioksidan yang kemampuannya melebihi vitamin C dan E yang notabene-nya sudah terkenal keampuhannya, yaitu xanthone, terutama pada bagian kulitnya yang berwarna merah keunguan. Selain manggis, biasanya xanthone terdapat secara alami dalam famili Bonnetiaceae dan Clusiaceae serta ditemukan dalam beberapa spesies Podostemaceae. Bila dipecah xanthone terdiri dari mangostin, mangostenol, mangostenone A, mangostenone B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alpha- and beta-mangostins, garcinone B, mangostinone, mangostanol dan flavonoid epicatechin. Alpha-mangostin dan gamma-mangostin bersifat anti bakteri, maka dari itu dapat berperan dalam menghambat produksi enzim COX-2 penyebab radang. Selain xanthone, kulit buah manggis mengandung antosianin, asam folat dan tanin. Adapun kandungan nutrisi pada kulit manggis dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Kulit Buah Manggis
Komposisi                                    Jumlah
Air                                                    5,87 %
Abu                                                  2,17 %
Lemak                                             6,45 %
Protein                                           3,02 %
Total gula                                      2,10 %
Karbohidrat                                82,50 %
Antosianin                             5,7-6,2 mg/g
Xanthone                                0,7-34,9 mg/g
Total fenol                            50,5-154,6 mg/g

Sumber : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2010

Menurut tabel di atas kapasitas antioksidan dalam ekstrak kulit manggis adalah sebesar 84,6-86,3% atau 0,8 kali lebih tinggi dari asam askorbat. Bukan cuma warna buahnya yang beragam, xanthone pun banyak macamnya dan juga terdapat dibeberapa buah lain, namun kulit manggis mengandung xanthone yang paling banyak, yaitu lebih dari 30 macam. Bila dilihat dari tingkat efektivitasnya, xanthone lebih potensial dibanding vitamin C dan E karena itu para dokter menamakannya super antioksidan, terlebih lagi molekul zat ini bersifat stabil terhadap pemanasan, sehingga tidak terjadi perubahan struktur ataupun denaturasi, tidak seperti protein yang bila dipanaskan akan menggumpal. Kandungan xanthone dalam 100 gram kulit buah manggis dapat mencapai 1076 ppm dan mengandung kalori 121 kkal.

Geetha G., B. Banumathi dan G. Suresh, peneliti asal thailand menemukan bahwa diantara beberapa xanthone alami, gamma-mangostin-lah yang paling efektif. Sebuah penelitian di Jepang terhadap ekstrak kulit manggis dengan kandungan xanthone lebih dari 90% (kombinasi alfa-mangostin 80-90% dan gamma-mangostin 5-10%) memperlihatkan komposisi tersebut ikut andil mengobati kanker sehingga direkomendasikan menjadi pendamping dalam mengobati kanker. Pengukuran berdasarkan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity), yaitu parameter untuk mengukur kapasitas antioksidan, terhadap cairan yang terdiri dari manggis, teh hijau, lidah buaya dan multivitamin menunjukan kemampuan menyerap radikal bebas sampai 18% selama 2 jam dan dapat terus meningkat dalam waktu paling lama 4 jam. Hal ini memperlihatkan alpha-mangostin, vitamin B2 dan B5 memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi dan mempunyai ketersediaan yang tinggi sebagai zat antioksidan (bioavailability). Jurnal Agriculture Food Chemistry tahun 2009 memuat salah satu penelitian dari China bahwa alpha mangostin memberikan efek antimetastatik pada sel kanker prostat line PC-3. Namun uji coba terhadap hewan dengan dosis xanthone berlebih mengindikasikan tengganggunya sistem syaraf pusat, memberikan efek ketagihan dan bersifat racun. Adapun nilai ORAC dalam beberapa bahan pangan dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

grafik nilai ORACGambar 1. Nilai ORAC pada Beberapa Komoditas

Menurut grafik di atas tertera nilai ORAC wortel sebesar 200, rasberi 1.220, blueberry 2400, delima 3.037, wolfberry 3.472 dan manggis 17.000, menunjukkan kapasitas manggis sebagai sumber antioksidan yang sangat besar bila dibandingkan dengan 5 komoditas yang lain. Nilai ORAC berbanding lurus dengan kemampuan bahan untuk mengusir radikal bebas dalam tubuh, semakin besar nilai ORAC bahan, maka semakin tinggi keampuhannya sebagai antioksidan.

Tidaklah sulit mendapatkan xanthone karena sudah banyak dijual dalam bentuk suplemen, ataupun dicampur bersama bahan lain seperti madu dan anggur sebagai minuman herbal. Saat ini industri kosmetik sudah mulai melirik kulit manggis sebagai sumber antioksidan yang baru dan perlu uji lanjut untuk pengembangan aplikasi xanthone dari kulit manggis. Serta diharapkan ke depannya industri makanan pun mampu menjadikan kulit manggis sebagai salah satu sumber antioksidan dan digunakan sebagai bahan tambahan pangan (BTP) yang aman bagi kesehatan, misalnya dalam minuman kemasan maupun snack, juga sangat diperlukan adanya regulasi tentang batasan maksimum pemakaian.

DAFTAR PUSTAKA

Geetha G., B. Banumathi, dan G. Suresh. 1997. Evaluation of Antifungal Activity of Natural Xanthones from Garcinia mangostana and Their Synthetic Derivatives. Journal Nat. Prod., Vol. 60, 519-524. Centre for Agrochemical Research, SPIC Science Foundation, Madras, India.

Liverdi, R. Poerwanto, A.D. Susila, K. Idris dan I.W. Mangku. 2008. Correlation Test of Leaf Phosphorus Nutrient with Mangosteen Production. Indonesian Journal of Agriculture I (2), 2008; 95-102. Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Matsumoto, Kenji et al., 2003. Induction of Apoptosis by Xanthones from Mangosteen in Human Leukemia Cell Lines. Journal Nat. Prod., Vol. 66, 1124-1127.

Permana, Asep W. 2010. Kulit Buah Manggis dapat menjadi Minuman Instan Kaya Antioksidan. Jurnal Pascapanen Pertanian. Volume 32 No. 2. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor.

Suksamrarn, Sunit,et al., 2001. Xanthones from the Green Fruit Hulls of Garcinia mangostana. Departement of Chemistry, Ramkhamhaeng, Bangkok, Thailand.

 
2 Comments

Posted by on March 23, 2011 in Pangan

 

2 responses to “Xanthone Si Super Antioksidan Kulit Manggis

  1. eruitan

    January 27, 2012 at 6:58 am

    wah artikel nya bermanfaat bu..saya saat ini sedang mengadakan penelitian mengnai antosianin pada kulit buah naga untuk dijadikan materi pengisi solar cell..apakah ibu bisa memberikan saya referensi mngenai kandungan antosianin dari kulit buah naga tersebut..jika iya mungkin ibu bisa mengirimkannya lewat email erutan.nature90@gmail.com trimakasih banyakkk…

     
  2. Puspa Mega H.

    May 4, 2012 at 2:38 am

    terima kasih,bu, salam kenal juga. mungkin nanti saya coba ulas tentang antosianin di kulit buah naga. smoga penelitiannya berhasil email saya : karupuak_piciak@yahoo.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: