RSS

Brokoli yang Mendunia

30 Mar

Awalnya brokoli (Brassica oleracea italica ) belum dikenal sebagai sayuran yang patut dikonsumsi sampai penduduk Rasenna di Asia, yaitu Turki menjadikannya salah satu tanaman pangan dan kemudian berkembang ke daerah Itali. Petani Roma menyebutnya “the five green fingers of Jupiter.” Pada tahun  1767, brokoli masuk ke Amerika melalui imigran Itali dan sejak saat itu brokoli mulai dikenal di Amerika dan selanjutnya berkembang luas ke Eropa. Melalui penelitian yang dilakukan di Amerika pada awal abad ke-20 memperlihatkan brokoli mengandung zat-zat antikanker. Hal ini selanjutnya membuat brokoli menjadi primadona di seluruh dunia.

Sayuran ini sudah menjadi menu harian ibu-ibu saat ini dan mudah didapat tidak hanya di supermarket besar saja tetapi juga di pasar tradisonal. Namun yang menjadi alasan utama memilih sayur ini sebagai asupan wajib seharusnya karena faktor nutrisinya yang bagus, juga diketahui bahwa brokoli mengandung zat antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh, yaitu glukorafanin (bentuk alami dari senyawa antikanker, sulforafana) dan isotiosianat. Zat-zat ini menaikkan aktivitas enzim-enzim tertentu untuk menetralisir racun dalam tubuh. Selanjutnya enzim-enzim melindungi tubuh dari serangan jantung, kanker, diabetes, osteoporosis dan tekanan darah tinggi. Dr. Paul Talalay, peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Maryland, AS berhasil mengisolasi isotiosianat dan sulforafana dari brokoli, zat-zat tersebut mampu meningkatkan aktivitas enzim-enzim di dalam tubuh untuk melindungi tubuh dari zat-zat karsinogen.

Nutrisi dalam brokoli sangat lengkap selain fitokimia (sulforafana dan isotiosianat), terdapat juga vitamin C dan serat larut serta tak larut dalam jumlah besar, asam folat, vitamin B1, B2, B3, B5,B6, dan mineral. Semakin gelap (hijau) warna kuncup-kuncup brokoli, menandakan semakin banyak kandungan karoten di dalamnya. Adapun kandungan nutrisi dalam brokoli dapat dibandingkan dengan bayam dan wortel yang sudah dikenal baik untuk kesehatan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Brokoli, Bayam dan Wortel per 100 gram

Komponen Brokoli Bayam Wortel
Kalori

Karbohidrat

Gula

Serat

Lemak

Protein

Air

Vitamin A equiv.

β-karoten

Lutein dan zeasantin

Vitamin B1 / tiamin

Vitamin B2 / riboflavin

Vitamin B3 / niasin

Vitamin B5 / asam pantotenat

Vitamin B6

Vitamin B9 / asam folat

Vitamin C

Vitamin E

Vitamin K

Kalsium

Besi

Magnesium

Fosfor

Kalium

Seng

Natrium

34 kkal

6,64 g

1,7 g

2,6 g

0,37 g

2,82 g

89,30 g

31 ug

361 ug

1121 ug

0,071 mg

0,117 mg

0,639 mg

0,573 mg

0,175 mg

63 um

89,2 mg

47 mg

0,73 mg

21 mg

66 mg

316 mg

0,41 mg

23 kkal

3,6 g

0,4 g

2,2 g

0,4 g

2,2 g

469 ug

5626 ug

12198 ug

194 ug

28 mg

2 mg

483 ug

99 mg

2,7 mg

41 kkal

9 g

5 g

3 g

0,2 g

1 g

835 ug

8285 ug

0,04 mg

0,05 mg

1,2 mg

0,1 mg

19 ug

7 mg

33 mg

0,66 mg

18 mg

35 mg

240 mg

2,4 mg

Sumber : USA Nutrient Database, Wkipedia, 2010

Hasil studi oleh peneliti UCLA, AS, Dr. Andre Nel, memperlihatkan zat antioksidan, suforafana dalam brokoli berperan dalam peremajaan sistem kekebalan tubuh yang melemah bila usia semakin tua, karena dapat mengusir radikal bebas dari tubuh. Penelitian lebih jauh oleh Dr. Paul Talalay, dkk, memperlihatkan, sulforafana dapat menetralisir DNA kulit yang rusak akibat terpapar sinar ultraviolet.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Cancer Prevention Research oleh Jed W. Fahey, M.S., Sc.D., beserta tim peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Maryland, AS mengambil kesimpulan bahwa dengan mengkonsumsi brokoli setiap hari sebanyak 70 gram secara teratur dapat menurunkan jumlah H. pylori sebesar 40%. H. pylori adalah sejenis bakteri penyebab kanker usus. Fahey mengatakan dalam tulisannya zat yang berperan memerangi H. pylori adalah sulforafana.

Khasiat sulforafana yang begitu menakjubkan dipertegas dalam Jurnal Clinical Immunology, bahwa zat ini mampu meningkatkan kinerja enzim antioksidan untuk memerangi radikal-radikal bebas (polusi) yang masuk dalam saluran pernafasan, sehingga brokoli baik untuk penderita asma. Lebih lanjut, dalam Jurnal Diabetes dimuat hasil penelitian tentang sulforafana yang bekerja merangsang produksi enzim yang dapat melindungi pembuluh darah sehingga mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak karena diabetes.

Selain gukorafanin dan isotiosianat, zat antioksidan lain yang terdapat dalam brokoli adalah indol-3-kabinol (I3C), yang bekerja mengubah kadar esterogen dalam tubuh dan meningkatkan produksi enzim-enzim pelindung tubuh. Lebih dari itu,hasil dari beberapa penelitian  memperlihatkan penurunan atau berhentinya pertumbuhan sel-sel kanker pada penderita kanker payudara, prostat dan serviks. Yang lebih mengejutkan adalah hasil riset peneliti dari Pennsylvania School of Medicine, AS, zat isotiosianat berperan melindungi manusia dari kemunduran sel-sel otak (neurodegeneration) dan  dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang ditulis oleh Zhe Lu MD, PhD, dkk, memperlihatkan zat tiosianat dalam brokoli berperan mengurangi radang yang terjadi di dalam tubuh.

Dr. Paul Talalay dkk, tim peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Maryland, AS juga menyatakan bahwa brokoli mengandung fitokimia yaitu isotiosianat yang berperan menetralisir zat-zat karsinogen sebelum merusak DNA sel.  Seperti dimuat di Jurnal Nutrition and Cancer, isotiosianat mampu menghambat pertumbuhan melanoma pada sel-sel kanker kulit.

Alasan mengkonsumsi brokoli dalam keadaan mentah adalah untuk tetap mempertahankan kandungan nutrisinya, karena dengan proses pemasakan zat gizi menjadi berkurang, seperti hasil penelitian Steven H. Zeisel dari Universitas North Carolina, AS menyatakan bahwa kandungan isotiosianat dalam brokoli setelah proses pemasakan akan berkurang 60-90%. Namun hasil penelitian lain menyatakan cara tepat untuk memasak brokoli adalah dengan proses pengukusan karena kandungan vitamin C yang hilang kurang dari 30% dan jumlah karotenoid brokoli kukus lebih banyak dari brokoli mentah, yang lebih penting lagi kehilangan zat kaemferol (jenis dari fitosterol atau sterol yang terdapat dalam dinding sel tumbuhan) dapat lebih dipertahankan dengan cara ini.

Jumlah brokoli yang harus dikonsumsi untuk mendapatkan efek menyehatkan adalah sebesar 2-3 ons per hari menurut Steven H. Zeisel dari Universitas North Carolina, AS dan jumlah tersebut dapat menurunkan resiko terkena kanker usus.

Adapun bukti kuat lain yang menunjang brokoli menjadi sayuran superior adalah hasil penelitian Dr. Peter Hoagland dan Dr. Philip Pfeffer dari Departemen Pertanian Regional AS di Philadelphia, brokoli bersama bawang merah, wortel dan kol membantu menurunkan kolesterol dalam darah karena sayur-sayuran jenis ini mengandung pektin dalam bentuk kalsium pektat yang berikatan dengan asam empedu, menahan kolesterol dalam hati dan melepaskannya ke dalam peredaran darah dalam jumlah sedikit. Hasil penelitian tersebut sekaligus menyatakan brokoli sama efektifnya dengan obat penurun kolesterol.

Tentu saja untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan perlindungan dari penyakit degeneratif yang mematikan tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi brokoli saja tetapi juga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran dan buah-buahan lainnya

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2007. Broccoli. Publications International, Ltd. HowStuffWorks Articles.

Anonymous. 2008. Broccoli : A Natural Way to Build Immunity. Truth Publishing International, Ltd. Natural News Network.

Anonymous. 2008. Broccoli Juice Proven to Protect Skin Better Than Sunscreen. Natural News Articles.

Anonymous. 2009 An Antioxidant in Broccoli and Cauliflower may treat Cystic Fibrosis and Other Disease. Natural News Articles.

Anonymous. 2009. Broccoli Protecs Against Asthma, Rhinitis and Lung Disease. Natural News Articles.

Anonymous. 2009. Broccoli Sprouts Fight Cancer-Causing H. pylori. Natural News Articles.

Anonymous. 2009. Daily Dose of Broccoli Halts Ulcers and Cancers. Natural News Articles.

Anonymous. 2010. Broccoli. American Cancer Society, Inc., US.

Anonymous. 2010. Broccoli. Wikipedia Free Encyclopedia. Wikimedia Foundation, Inc.

Anonymous. 2010. Broccoli : The Crown Jewel of Nutrition. Vegparadise.com.

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2011 in Pangan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: