RSS

Mengapa Harus Beras Merah ?

12 Aug

Karena menurut hasil penelitian lapisan merah yang disebut “bran” ini bila tidak disosoh atau dihilangkan makan nilai gizi pada beras dapat dipertahankan. Proses penyosohan setelah menghilangkan lapisan terluar beras “husk” atau “hull” dapat mengubah nilai gizi pada beras, 67% vitamin B3 akan hilang, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, 50% mangan dan fosfor, juga 60% zat besi dan serat makanan serta asam-asam lemak esensial hilang karena proses ini.

Beras merah mempunyai masa simpan yang lebih pendek dari beras putih, biasanya bila telah berumur 4-5 bulan beras merah akan mengeluarkan bau apek, karena lapisan kulit merah yang tidak disosoh ini mengandung minyak, sedangkan pada beras putih lapisan berminyak ini telah hilang bersamaan proses penyosohan sehingga masa simpan nya lebih lama. Bila beras merah tidak habis dimasak ada baiknya sisa beras mentah dimasukkan ke dalam refrigerator. Sebelum memasak beras merah, ada baiknya beras direndam dalam air selama 25-30 menit untuk melunakkan lapisan bran sehingga nasi tidak keras.

Perbandingan kandungan vitamin antara beras merah dan beras putih tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Kandungan Vitamin Beras Merah dan Beras Putih
mg/100 gram Beras Merah Beras Putih
Tiamin 0,34 0,07
Riboflavin 0,05 0,03
Niasin 4,7 1,6
Besi 1,9 0,5
Magnesium 187,0 13,0
Sumber : American-Eurasian Journal of Agronomy, 2009.

TIPS TENTANG BERAS MERAH :
1. Bila beras merah akan dikonsumsi dalam waktu lama > 3 bulan, sebaiknya setelah waktu tersebut beras disimpan dalam refrigerator, agar tidak timbul bau apek dan kutu.
2. Agar nasi dari beras merah tidak keras , sebaiknya sebelum dimasak beras direndam dalam air selama 25-30 menit untuk melunakkan lapisan yang disebut bran.

Lapisan bran dan germ kaya akan serat, vitamin dan mineral, namun sayangnya dalam proses penggilingan padi lapisan ini ikut tersosoh atau hilang. Kehilangan yang paling besar terjadi pada vitamin B, setelah proses penggilingan kandungan vitamin B hilang sebanyak 80%. Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine, menyatakan bahwa dengan mengganti 50 gram beras putih dengan beras merah dapat menurunkan resiko penyakit diabetes sebesar 16%.

Bau tengik yang timbul pada beras merah jika disimpan dalam waktu lebih dari 3 bulan, dapat diatasi salah satunya dengan cara parboiling (memasak beras setangah matang) yang terdiri dari 3 tahap yaitu perendaman dalam air (soaking in the water), perlakuan dengan uap panas atau pengukusan (steaming to complete gelatinization of the starch), dan pengeringan (drying). Beras yang dihasilkan lebih keras dan berwarna lebih tua dari beras putih, namun kualitas beras yang dihasilkan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Babu, Dinesh P., R. S. Subhasree, R. Bhakyaraj, and R. Vidhayalakshmi. 2009. Brown Rice-Beyond the Color Reviving a Lost Health Food-A Review. American-Eurasian Journal of Agronomy 2 (2): 67-72, ISSN 1995-896X. IDOSI Published.

Parnsakhorn, S. and A. Noomhorm. 2008. Changes in Physicochemical Properties of Parboiled Brown Rice during Heat Treatment. Agricultural Engineering International: the CIGR E-journal. Manuscript FP 08 009. Vol. X. August.

 
Leave a comment

Posted by on August 12, 2011 in Pangan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: